Muhadoroh Kubro bertema World Symphony sukses diselenggarakan pada
Sabtu malam, 14 Februari 2026, bertempat di aula Pondok
Pesantren Kota ALM. Kegiatan ini dihadiri oleh santriwati dan para
musyrifah serta berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme.
Tema World Symphony diangkat sebagai simbol harmoni dan keberagaman
budaya dunia. Layaknya sebuah simfoni yang indah ketika berbagai nada berpadu,
acara ini menggambarkan persatuan dalam perbedaan di berbagai belahan dunia.
Para peserta menampilkan pertunjukan yang merepresentasikan empat benua, yaitu Asia, Eropa, Afrika, dan Amerika. Setiap benua ditampilkan melalui puisi dan pidato, serta penampilan lagu yang diiringi tarian khas dari berbagai negara. Pertunjukan tersebut membuat suasana semakin hidup dan penuh warna budaya.
Puisi yang dibacakan menggambarkan empat benua sebagai simbol keberagaman
cara manusia hidup dan bermimpi. Di balik keindahan perbedaan, tersampaikan
pesan bahwa bumi merupakan rumah bersama yang harus dijaga. Sementara itu,
pidato yang disampaikan menghadirkan refleksi mendalam mengenai kondisi bumi
yang mulai terabaikan akibat ambisi dan perkembangan yang kurang diimbangi
kepedulian.
Seluruh rangkaian penampilan tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat makna.
Pesan tentang persatuan, toleransi, dan sikap saling menghargai menjadi inti
dari kegiatan tersebut. Konsep World Symphony menegaskan bahwa
perbedaan bukanlah penghalang, melainkan kekuatan untuk hidup berdampingan
dalam harmoni.
Melalui kegiatan ini, para santri diharapkan semakin percaya diri dalam
berbicara di depan umum serta memiliki wawasan yang lebih luas mengenai
keberagaman budaya global. Muhadoroh Kubro menjadi ajang pengembangan bakat
sekaligus sarana pembelajaran yang inspiratif dan bermakna.

