Beliau mengajarkan, bahwa berbeda itu indah, menunjukan bahwa kita harus memiliki serta menumbuhkan sikap saling toleransi dan menghargai satu sama lain. Setiap agama memiliki tradisinya masing-masing, maka dari itu, dengan adanya sikap menghargai dan menghormati satu sama lain, maka terciptalah keindahan. Kita harus tetap menghormati perbedaan yang ada, meskipun berbeda dalam SARA (Suku, Agama, ras dan Antar golongan), maupun berbeda warna kulit, bahasa, dan lain sebagainya. Dengan adanya perbedaan, maka terciptalah keindahan. Indonesia menjadi indah dengan adanya perbedaan yang ada, saling bersatu tanpa pandang bulu, menciptakan keberagaman yang harmonis dan bahagia.
Beliau juga menampilkan beragam video, mulai dari ragamnya perbedaan yang ada di Indonesia, video yang menceritakan sekilas tentang Sunan Kalijaga dan Sunan Kudus, serta menampilkan video wayang kulit yang menjadi tradisi di Jawa. Beliau menyampaikan pula, bahwa kegiatan wayang kulit yang sudah menjadi tradisi di Jawa juga menjadi salah satu sarana penyebaran dakwah Islam di tanah Jawa.
Kegiatan seminar ini berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme dari para peserta. Melalui materi yang disampaikan serta tayangan video yang edukatif, siswa siswi MA Alif Laam Miim diharapkan mampu memahami pentingnya sikap moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari. Seminar ini menjadi langkah nyata madrasah dalam membentuk generasi yang toleran, menghargai perbedaan, serta mampu menjaga persatuan di tengah keberagaman bangsa Indonesia.
Salam hangat, Faizah Sjafia K.




