Surabaya – Pondok Pesantren Kota
(PPK) Alif Laam Miim Surabaya melaksanakan perpulangan santri pada Sabtu, 14
Maret 2026. Perpulangan dilakukan secara bertahap, yakni santri putra pada
pukul 08.00–10.00 WIB dan santri putri pada pukul 10.00–12.00 WIB.
Sebelum perpulangan, Pengasuh PPK
Alif Laam Miim Surabaya, Ibu Nyai Hj. Ida Rohmah Susiani, M.M., menyampaikan
sejumlah nasihat kepada para santri agar tetap menjaga nilai-nilai
kepesantrenan selama berada di rumah. Ibu Nyai berpesan tiga hal penting,
yakni:
Pertama, para
santri diharuskan untuk senantiasa menjaga akhlak dan menunjukkan identitas
sebagai santri di manapun berada. Beliau mengingatkan agar santri menampilkan
sikap ramah dan wajah yang ceria ketika berinteraksi dengan keluarga, sanak
saudara, maupun tetangga, serta tidak menunjukkan raut muka yang masam.
Kedua,
kepulangan santri ke rumah hendaknya dimaknai sebagai bentuk khidmah kepada
orang tua. Ibu Nyai menegaskan bahwa santri pulang bukan untuk menjadi tuan
yang dilayani oleh orang tua, melainkan menjadi anak yang melayani dan membantu
orang tua. Sebagaimana maqalah dari Sayyid Alawi al-Maliki yang berbunyi:
العلم بالتعلم، والبركة بالخدمة، والمنفعة برضا الشيخ
Al-'ilmu bit-ta'allum, wal-barakatu bil-khidmah, wal-manfa‘atu bi-riḍā
asy-syaikh.
Artinya: “Ilmu diperoleh
dengan belajar, keberkahan diperoleh dengan khidmah, dan kemanfaatan ilmu
diperoleh dengan keridaan guru.”
Dengan demikian, ajang
perpulangan ini merupakan kesempatan terbaik untuk mengoptimalkan ikhtiar kita
dalam berkhidmah kepada orang tua. Setelah berbulan-bulan, bahkan
bertahun-tahun kita telah fokus menuntut ilmu dan berbagai kebutuhan kita telah dipenuhi
oleh orang tua, maka pulang menjadi jawaban yang paling tepat untuk berkhidmah
sebagai wujud ungkapan syukur dan kasih kita.
Ketiga, Ibu
Nyai mengingatkan para santri agar bijak dalam menggunakan gawai selama masa
liburan. Menurut beliau, santri saat ini hidup di era yang penuh dengan fitnah
informasi, sehingga harus berhati-hati dalam menerima maupun menyebarkan berita
agar tidak ikut menyebarkan kebohongan. Beliau juga mengutip hadis Nabi SAW:
سيأتي على الناس سنوات خدّاعات، يُصدَّق فيها الكاذب، ويُكذَّب فيها
الصادق، ويؤتمن فيها الخائن، ويخوَّن فيها الأمين، وينطق فيها الرويبضة
Artinya: “Akan datang kepada
manusia tahun-tahun penuh tipu daya; pada masa itu orang yang berdusta dianggap
benar, orang yang jujur dianggap dusta, pengkhianat dipercaya, orang yang
amanah dianggap khianat, dan orang-orang bodoh berbicara tentang urusan
publik.” (HR. Ahmad).
Melalui nasihat tersebut, Ibu
Nyai berharap para santri selalu senantiasa menjaga akhlak, memperkuat khidmah
kepada orang tua, serta memanfaatkan teknologi secara bijak untuk menebar
kemanfaatan selama masa liburan di rumah.


.jpeg)