Dalam
acara Silaturahim dan Buka Bersama Yayasan PPK Alif Laam Miim Surabaya yang
diselenggarakan pada Jumat, 13 Maret 2026 M bertepatan dengan 23 Ramadan 1447 H
di PPK Alif Laam Miim Surabaya. Ibu Nyai Hj. Ida Rohmah Susiani, M.M. selaku
Kepala Yayasan menyampaikan bahwa, “Ramadan tidak lain merupakan sarana
meningkatkan rasa syukur kita kepada Allah, rasa syukur kita tersebut tidak
lain dengan cara meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah. Semoga sabar dan
syukur kita semakin mendekatkan kita kepada Allah Swt.”
Ketua LPI
Al-Haromain, Ustadz Muji Sampurno, S.Pd. Beliau juga menguatkan bahwa Ramadan
adalah spirit perjuangan. Ramadan merupakan pelatihan belajar yang terbaik,
jika kita mampu meningkatkan dan menjaga ibadah kita, insyaallah kita akan
lulus dalam fase pembelajaran yang lain. Ramadan adalah sarana paling kuat
untuk memperbaiki diri dan menata niat.
Acara
buka bersama antar asatidz dan karyawan ini juga menjadi momentum untuk
memperkuat sinergi dakwah di lingkungan Yayasan PPK Alif Laam Miim Surabaya.
Ibu Nyai
Ida Rohmah Susiani juga menceritakan bahwa ketika membahas dakwah, maka yang terpatri
tidak lain adalah semangat dari Kyai Imam Mawardi sebagai muassis pendiri
Yayasan PPK Alif Laam Miim. “Saya selalu ingat pesan almarhum saat sambutan
sebagai Santri of The Year di bidang dakwah inovatif. Beliau menyampaikan bahwa
berdakwahlah dengan cinta, jangan berdakwah dengan paksaan. Sesuatu yang
berubah karena cinta akan bertahan selamanya, tetapi dakwah dengan paksaan
hanya akan berubah dalam waktu yang terbatas” tutur Ibu Nyai.
Melalui
kesempatan buka bersama ini, Ustadz Muji juga menguatkan agar seluruh keluarga
besar yayasan senantiasa memperbaiki niat serta memperkuat spirit dalam
perjuangan dakwah. Ustadz Muji menyampaikan bahwa ada tiga hal penting yang
harus selalu tertanam dalam hati, yaitu jujur, ikhlas, dan semangat.
Terakhir,
Ibu Nyai menutup acara ini dengan kembali pada spirit doa yang selalu
ditanamkan oleh Abina wa Murabbi Ruḥina KH Ihya Ulumiddin, sebagai doa yang
selalu dilantunkan oleh Abina“Wa lā taj‘al fī qulūbinā ghillan lilladzīna
āmanū,” yang artinya, “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan dalam
hati kami rasa dengki terhadap orang-orang yang beriman.” Melalui doa ini
diharapkan dalam perjalanan dakwah ini dijauhkan dari perasaan ghill
(dendam, iri, atau kebencian) kepada sesama mukmin. Saling asah, saling asih
adalah ruh yang harus ditanamkan dalam persaudaraan kita, demikian pesan Ibu
Nyai.
Penulis: Zuhrotul Maryam


.jpeg)

.jpeg)

.jpeg)
