Kegiatan Istighosah dan Shalawat Bersama upaya Perkokoh Nilai Keagamaan Santri PPK Alif Laam Miim


Surabaya – Pada Kamis malam Jumat Manis, 23 April 2026, Pondok Pesantren Kota (PPK) Alif Laam Miim Surabaya menggelar istighosah yang diikuti oleh seluruh santri putra dan putri. Kegiatan ini berlangsung di Masjid PPK Alif Laam Miim. Acara ini menjadi acara rutin yang digelar sebagai sarana memperkuat spiritualitas santri.

Acara dihadiri oleh seluruh santri yang didampingi oleh para musyrif dan musyrifah. Rangkaian kegiatan ini diawali dengan pembacaan istighosah yang dipimpin oleh Ustadz Ainun, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Surah Yasin oleh Ustadz Rojul. Para santri mengikuti seluruh rangkaian kegiatan tersebut dengan tertib dan khusyuk.

Setelah istighosah dan yasinan, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan shalawat yang dipimpin oleh Ustadz Aam secara khidmat. Suasana masjid tampak tenang dan religius hingga menumbuhkan keimanan dan ketakwaan. Sholawat ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ustadz Ghufron. 

Setelah rangkaian sholawat, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian mauidatul hasanah dari Pengasuh Pondok Pesantren Kota Alif Laam Miim Surabaya, Ibu Nyai Ida Rohmani Susaini, M.M. Mendapat motivasi dan nasihat nilai-nilai moral dari beliau adalah hal yang sangat santri tunggu-tunggu. Beliau membuka tausiah dengan mengingatkan tentang begitu banyaknya nikmat Allah yang tidak terhitung. Oleh karena itu, manusia seharusnya mensyukurinya dengan senantiada mendekatkan diri kepada Allah. 

Dalam kesempatan itu, Ibu Nyai juga mengisahkan Zaid bin Tsabit, sosok sahabat yang pada saat masa anak-anak yakni berumur 11 tahun, sudah berani mengajukan langsung kepada Rasulullah untuk ikut dalam Perang Badar. Zaid bin Tsabit adalah salah satu replika sosok anak muda yang memiliki semangat tingkat tinggi, anak muda yang sibuk pada peningkatan skill, bukan termasuk anak muda yang sibuk mengurusi kejelekan orang lain. 

Dalam kesempatan ini, Ibu Nyai mewanti-wanti kepada seluruh santri agar senantiasa memiliki sifat suportivitas yang tinggi, tidak membiasakan diri mencemoh sesama teman. Ibu Nyai mengingatkan, orang sukses adalah orang yang dapat menghargai antar sesama. Jika ingin sukses layaknya Zaid bin Tsabit, maka sibuklah untuk upgrade diri, tidak sibuk untuk mengurusi kejelekan temannya yang lain.  Hingga akhir, beliau terus memberi dorongan agar para santri tetap semangat dalam belajar dan semakin dekat kepada Allah. 

Penulis : Ahmad Hasan 

(Santri PPK Alif Laam Miim kelas XA)


Ada Pertanyaan Tentang Kami? chat WhatsApp kami
Assalamu`alaikum, Ada yang bisa kami bantu? ...
Click me to start the chat...