Meningkatkan Kompetensi Guru, MA Alif Laam Miim Gelar Pelatihan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC)

 

SURABAYA – Madrasah Aliyah (MA) Alif Laam Miim Surabaya sukses menggelar kegiatan pelatihan dan penguatan kapasitas pendidik yang berfokus pada implementasi Love-Based Curriculum atau Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), Sabtu, (25/7/2026). Bertempat di kelas XI Lantai 2 MA Alif Laam Miim, Jl. Kebonsari Baru Selatan No.1 Surabaya, kegiatan interaktif ini menghadirkan Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya, Prof. Dr. Hj. Hanun Asrohah, M.Ag. sebagai narasumber utama.

Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Hj. Hanun Asrohah, M.Ag. menekankan pentingnya menghadirkan rasa kasih sayang, kepedulian, serta pendekatan humanis dalam proses belajar-mengajar. Menurutnya, menjadikan kasih sayang sebagai fondasi pembelajaran bukan sekadar mengejar materi akademik, melainkan menciptakan atmosfer kelas yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang siswa secara holistik.

Pelatihan yang diikuti oleh jajaran guru dan tenaga kependidikan ini bertujuan untuk merevolusi paradigma mengajar dari yang semula berfokus kaku pada capaian akademis beralih ke pendekatan disiplin positif. Pendekatan ini menumbuhkan  kesadaran diri, tanggung jawab, dan kontrol siswa berdasarkan keyakinan internal, bukan ketakutan, sekaligus membangun ikatan emosional yang sehat.

Ada tiga pilar utama yang dipaparkan Prof. Hanun dalam penerapan kurikulum ini. Pertama, mendengar dengan empati, yaitu mengerti kondisi emosional siswa sebelum memulai Pelajaran. Kedua, Komunikasi Positif, yakni mengganti instruksi bersifat menghukum dengan ajakan persuasif. Ketiga, menciptakan ruang aman agar kelas bebas dari tekanan mental.

"Pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, tapi juga transfer nilai kasih sayang," tegas Prof. Hanun di sela-sela kegiatan.

Para guru menyambut materi ini dengan antusias melalui sesi diskusi dan refleksi pengajaran. Kepala Madrasah MA Alif Laam Miim Surabaya menegaskan bahwa pelatihan ini menjadi langkah strategis untuk mencetak generasi yang tak hanya unggul secara akademis dan religius, tetapi juga memiliki ketahanan mental serta empati sosial. Melalui agenda ini, madrasah diharapkan mampu menjadi rumah kedua yang menyenangkan bagi seluruh santri.


Penulis : Umu Kulsum, S.Pd.

Ada Pertanyaan Tentang Kami? chat WhatsApp kami
Assalamu`alaikum, Ada yang bisa kami bantu? ...
Click me to start the chat...