Khidmah dan Kerinduan Mewarnai Peringatan Maulid Nabi SAW sekaligus Haul ke-5 KH Ahmad Imam Mawardi di Pesantren Alif Laam Miim

  

SURABAYA –Perasaan haru, khidmat, dan penuh keberkahan menyelimuti suasana Pondok Pesantren Kota Alif Laam Miim Surabaya pada Selasa, 25 Agustus 2026. Ribuan jamaah dari kalangan ulama, santri, alumni, dan tokoh masyarakat berkumpul menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Haul ke-5 Al-Maghfurlah Prof. Dr. K.H. Ahmad Imam Mawardi, M.A.

Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dan masyaikh yang dihormati, di antaranya Pengasuh Pesantren Ibu Nyai Dra. Ida Rohmah Susiani, M.M., beserta keluarga besar almarhum, Pembina Yayasan Prof. H. Masdar Hilmi, M., Ph.D., serta K.H. Muhammad Ismail Amin Al-Kholili (Pengasuh PP Al-Muhajirun Assalafi Bangkalan). Turut hadir pula jajaran pejabat Forkopimda, perwakilan Kementerian Agama, pimpinan lembaga, serta para wali santri dan alumni.

Rangkaian acara diawali dengan suasana syahdu lewat pra-acara berupa lantunan shalawat dari tim Al-Banjari dan pembacaan Maulid Simtuddurar. Acara resmi kemudian dibuka dengan pembacaan fawatih, lantunan ayat suci Al-Qur'an oleh santri Alif Laam Miim, dilanjutkan pembacaan surat Yasin, tahlil, doa bersama, serta prosesi mahallul qiyam.

Dalam sesi sambutan mewakili pengasuh dan keluarga, Prof. H. Masdar Hilmi, M., Ph.D. menyampaikan rasa syukur dan penegakan komitmen untuk terus melanjutkan cita-cita perjuangan almarhum pendiri pesantren. Suasana semakin menyentuh saat penayangan video kenangan mendiang Prof. Dr. K.H. Ahmad Imam Mawardi, M.A., yang diselingi dengan sosialisasi Seleksi Penerimaan Santri Baru (SPMB).

Pada puncak acara, K.H. Muhammad Ismail Amin Al-Kholili menyampaikan ceramah mengenai pentingnya menjaga iman yang dibuktikan lewat sikap dan kelakuan nyata, bukan sekadar status, meneladani Nabi SAW, berkumpul dengan orang saleh merujuk pesan Syekh Abu Madyan Al-Maghribi, nikmat terbesar adalah duduk menimba ilmu bersama para ulama, memberikan jejak kebaikan (Atsar) meski telah wafat nama dan jasa K.H. Ahmad Imam Mawardi tetap hidup karena ilmu dan kebaikan yang ditinggalkannya, serta meraih ketenangan dan keberkahan hidup di dunia maupun akhirat dijamin oleh Allah bagi siapa saja yang beramal saleh atas dasar iman dan keteladanan kepada Nabi SAW.

Rangkaian peringatan yang bermakna ini kemudian diakhiri dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh para masyaikh, membawa harapan agar nilai-nilai kebaikan yang diwariskan almarhum terus mengalir bagi seluruh santri dan masyarakat.

Penulis : Umu Kulsum, S.Pd.

Ada Pertanyaan Tentang Kami? chat WhatsApp kami
Assalamu`alaikum, Ada yang bisa kami bantu? ...
Click me to start the chat...