Surabaya- Dalam rangka menyemarakkan Hari Kemerdekaan Republik
Indonesia ke-81, OSIM MA Alif Laam Miim menyelenggarakan berbagai perlombaan yang diperuntukkan bagi ustadz dan ustadzah Pondok Pesantren Kota Alif Laam Miim Surabaya pada Rabu, 12
Agustus 2026. Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB dan seluruh ustadz serta
ustadzah berkumpul di lapangan pondok dengan suasana yang penuh semangat dan
keceriaan.
Perlombaan pertama adalah Mancing Perkara. Dalam
perlombaan ini, setiap kelompok mengirimkan dua delegasi. Peserta diberikan
alat pancing yang telah diikat kerupuk. Tantangannya adalah peserta harus
saling menyuapi kerupuk menggunakan alat pancing tersebut tanpa menggunakan
tangan. Pasangan yang paling cepat menghabiskan kerupuk menjadi pemenangnya.
Dalam perlombaan ini, Ustadzah Ridha bersama Ustadzah Titis berhasil menjadi pemenang
setelah menunjukkan kekompakan dan kecepatan yang mengundang sorak-sorai para
peserta lainnya.
Perlombaan kemudian dilanjutkan dengan Gobak Sodor,
yaitu permainan beregu yang menguji kecepatan, kelincahan, strategi, dan
kekompakan peserta. Setiap tim berusaha melewati penjagaan lawan sekaligus
mempertahankan wilayahnya agar tidak tersentuh oleh pemain dari tim lawan.
Keseruan semakin meningkat dalam perlombaan Spy PBB.
Para ustadz dan ustadzah mengikuti perlombaan secara terpisah dengan mata tertutup.
Mereka dituntut untuk mengikuti gerakan dan aba-aba PBB dengan tepat. Penilaian
didasarkan pada kerapian, kekompakan, ketepatan gerakan, serta kemampuan
peserta dalam mengikuti instruksi meskipun dalam keadaan mata tertutup.
Perlombaan terakhir adalah Pencak Balon, yang
menggabungkan unsur ketangkasan, keseimbangan, dan strategi. Peserta harus
berusaha mempertahankan balon miliknya sekaligus berusaha memecahkan balon
lawan sesuai aturan permainan. Perlombaan berlangsung meriah karena peserta dan
penonton saling memberikan dukungan.
Setelah seluruh perlombaan selesai, para ustadz dan
ustadzah menikmati konsumsi yang telah disiapkan oleh panitia. Kegiatan
kemudian ditutup dengan suasana penuh kegembiraan dan kebersamaan.
Semarak lomba tujuh belas Agustus ini bukan hanya menjadi ajang perlombaan,
tetapi juga menjadi kesempatan untuk mempererat silaturahmi, membangun
kekompakan, dan menciptakan kebersamaan antara para ustadz, ustadzah, dan karyawan di
Pondok Pesantren Kota Alif Laam Miim Surabaya. Semangat kemerdekaan pun terasa
semakin hangat melalui tawa dan kebersamaan yang tercipta sepanjang kegiatan.