SURABAYA- Di Gunung Pundak, 20 September 2026 memasuki hari terakhir Perkemahan Pelantikan Laksana MA Alif Laam Miim Surabaya, peserta masih harus menghadapi sejumlah rangkaian kegiatan sebelum akhirnya meninggalkan Gunung Pundak. Minggu dini hari diawali dengan lanjutan Jelajah Alam Mimpi, kemudian peserta mengikuti Caraka Malam yang menjadi salah satu tantangan terakhir dalam rangkaian perkemahan.
Caraka
Malam dilaksanakan pada pukul 02.00 WIB hingga 03.30 WIB. Dalam kegiatan yang dikemas
seperti jurit malam tersebut, setiap peserta menjalankan tugas secara mandiri
menuju beberapa pos yang telah ditentukan. Peserta berjalan dalam kondisi malam
yang gelap dan minim penerangan, sehingga harus mengandalkan keberanian,
konsentrasi, kemampuan membaca arah, serta ketenangan dalam menyelesaikan
tugas.
Berbeda dengan kegiatan kelompok, Caraka Malam memberikan pengalaman individual kepada setiap peserta. Mereka harus menghadapi perjalanan tanpa teman yang berjalan tepat di sampingnya dan menyelesaikan tugas di setiap titik yang telah ditentukan. Kegiatan ini menjadi latihan untuk membangun keberanian, ketelitian, komunikasi, dan rasa tanggung jawab. Jadwal resmi mencatat Caraka Malam sebagai kegiatan tersendiri setelah Jelajah Alam Mimpi pada Minggu dini hari.
Setelah Caraka Malam selesai, peserta kembali melaksanakan ibadah melalui salat malam, kemudian salat Subuh dan pembacaan Wirdul Al-Lathif. Pagi harinya dilanjutkan dengan apel pagi dan pengibaran bendera. Meskipun telah melewati rangkaian kegiatan yang panjang sejak dua hari sebelumnya, peserta kembali bersiap mengikuti kegiatan berikutnya dengan sarapan kelompok sekaligus mengikuti outbound “Straw Mission & Motion Chain” yang menguji kekompakan dan kepemimpinan. Rangkaian acara berlanjut ke tahap pengecekan serta penilaian Tanda Kecakapan Khusus (TKK).
Momen
krusial ditandai dengan upacara penyematan TKK bagi peserta yang lolos
penilaian. Setelahnya, seluruh peserta melakukan sesi refleksi pengalaman
selama tiga hari di Gunung Pundak. Kegiatan diakhiri dengan pembongkaran tenda,
pembersihan area perkemahan, salat jama’ taqdim Dhuhur-Ashar, dan persiapan
kepulangan.
Sekitar pukul 13.25 WIB, seluruh peserta meninggalkan Gunung Pundak dan memulai perjalanan kembali menuju PPK Alif Laam Miim Surabaya. Dengan berakhirnya perjalanan tersebut, selesai pula rangkaian Perkemahan Pelantikan Laksana yang berlangsung selama tiga hari, sejak 18 hingga 20 September 2026.
Tiga hari
di Gunung Pundak bukan hanya menjadi perjalanan untuk berkemah, tetapi juga
menjadi rangkaian proses pembentukan kemandirian, keberanian, tanggung jawab,
kerja sama, dan ketahanan peserta. Mereka datang membawa perlengkapan
masing-masing dan kembali dengan membawa pengalaman bersama sebagai bagian dari
perjalanan menjadi Pramuka Penegak Laksana.



