SURABAYA
— Madrasah Aliyah (MA) Alif Laam Miim Surabaya sukses menyelenggarakan
pelatihan pengembangan kompetensi guru berbasis Higher Order Thinking Skills
(HOTS) pada Sabtu, 5 September 2026. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran
pendidik guna memperkuat strategi serta metode pembelajaran interaktif di
lingkungan madrasah.
Hadir
sebagai narasumber utama, Kepala LPPM UNESA sekaligus Ketua Komisi Pendidikan
MUI Jawa Timur, Prof. Dr. Muhammad Turhan Yani, M.A. Dalam pemaparannya, beliau
menekankan pentingnya peningkatan kualitas proses belajar-mengajar agar siswa
dapat terlibat secara aktif.
“Segi
pembelajaran perlu terus ditingkatkan agar siswa lebih aktif. Salah satu
langkah konkritnya adalah dengan memperbarui metode pembelajaran dan
memanfaatkan media pembelajaran yang menarik,” ujar Prof. Turhan Yani di
hadapan para peserta.
Sesi berikutnya dilanjutkan oleh Ahmad Abdullah Zawawi, M.Ed., yang memberikan materi teknis mengenai "Pelatihan Strategi Pembelajaran dan Asesmen Pembelajaran HOTS". Beliau menggaris bawahi beberapa poin kunci dalam penerapan pembelajaran berbasis HOTS di kelas.
Yang Pertama kejelasan tujuan, guru wajib menyampaikan tujuan pembelajaran secara transparan agar siswa memahami arah materi yang dipelajari. Kedua, memberikan motivasi belajar siswa dengan mendorong dan menumbuhkan semangat belajar siswa secara berkelanjutan. Kedua pendekatan inklusif dengan memberikan perhatian ekstra kepada siswa yang memiliki kemampuan awal (input) rendah agar tidak tertinggal.
Melalui
pelatihan ini, MA Alif Laam Miim Surabaya berharap para guru dapat menerapkan
strategi dan asesmen HOTS secara efektif, sehingga mampu mencetak generasi
peserta didik yang kritis, kreatif, dan berdaya saing tinggi.
Penulis : Umu Kulsum, S.Pd.


