SURABAYA -Tak hanya fokus memperdalam ilmu agama, santri
masa kini juga semakin adaptif dalam dunia wirausaha dan siap jadi pengusaha
masa depan. Buktinya, Pondok Pesantren Alif Laam Miim Surabaya sukses mengukir
prestasi keren dengan menembus posisi 10 Besar dalam ajang Lomba Santripreneur
dan Koperasi Siswa Tingkat Provinsi Jawa Timur 2026.
Prestasi ini diraih dalam rangkaian acara seru Jambore
Santripreneur dan Koperasi Siswa 2026 yang digagas oleh Dinas Koperasi dan
Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) Provinsi Jawa Timur. Kompetisi bergengsi ini
digelar khusus untuk menyemarakkan dua momen besar sekaligus, yaitu Hari Jadi
Provinsi Jawa Timur ke-81 dan Hari Santri 2026.
Persaingannya jelas tidak main-main. Para santri Alif Laam Miim harus bersaing ketat dengan perwakilan terbaik dari pondok pesantren dan sekolah di seluruh penjuru Jawa Timur. Melalui ajang ini, Diskop UKM Jatim ingin menanamkan pemahaman bahwa koperasi bukan cuma model usaha klasik, tapi justru model bisnis masa depan yang inovatif, keren, dan sangat relevan untuk anak muda.
"Ini pengalaman yang luar biasa. Anak-anak tidak hanya
diajarkan teori di kelas atau mengaji di pondok, tapi juga dilatih berpikir
kreatif menciptakan peluang usaha yang berguna untuk masyarakat," ujar
perwakilan dari Pondok Pesantren Alif Laam Miim Surabaya dengan bangga.
Dengan semangat nyantri sekaligus berwirausaha, pencapaian
ini membuktikan bahwa generasi muda pesantren siap menjadi motor penggerak
ekonomi kreatif di masa depan. Selamat untuk Pondok Pesantren Alif Laam Miim
Surabaya, semoga di tahap berikutnya bisa membawa pulang piala kemenangan.
Penulis : Umu Kulsum, S.Pd.



