SURABAYA – santri kelas 10 dan 11 Madrasah Aliyah (MA) Alif Laam Miim Surabaya mengikuti kegiatan seminar jurnalistik di Gedung Graha Pena Jawa Pos, Lantai 4, Surabaya, pada Kamis (15/10/2026). Kegiatan ini diadakan agar para siswa bisa mengenal dunia jurnalistik secara langsung dari para ahlinya sekaligus menambah wawasan tentang ilmu jurnalistik
Rombongan santri bersama para asatidz pendamping berangkat dari Pondok Pesantren kota Alif Laam Miim pada pukul 09.30 WIB dengan penuh semangat. Sesampainya Graha Pena, acara langsung dimulai dengan penayangan video profil Jawa Pos. Video tersebut memperlihatkan sejarah panjang Jawa Pos, perkembangan dari koran cetak hingga media digital, serta proses terbitnya Koran untuk masyarakat setiap harinya.
Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Redaktur Ekonomi Bisnis Jawa Pos, Bapak Billy. Dalam kesempatan tersebut, Pak Billy menjelaskan lebih lanjut isi video profil yang baru saja ditayangkan. Beliau menceritakan perjalanan Jawa Pos, cara kerja tim redaksi sehari-hari, serta bagaimana wartawan harus tetap kritis dan objektif di era media sosial seperti sekarang.
Sesi tanya jawab pun berlangsung seru dan hidup. Para santri aktif bertanya mengenai tantangan terbesar yang dihadapi Jawa Pos di tengah perkembangan teknologi, inovasi apa saja yang mereka buat untuk memikat pembaca, serta berbagai hal menarik lainnya seputar dunia media. Pak Billy pun menjawab setiap pertanyaan dengan santai, detail, dan mudah dipahami oleh seluruh peserta.
Sebagai penutup, para santri diajak keliling (office tour) area perkantoran Jawa Pos di Graha Pena lantai 4. Dalam kegiatan ini, para siswa dapat melihat langsung suasana ruang kerja para wartawan dan editor yang sedang memproses berita sebelum akhirnya dipublikasikan.
Kegiatan Seminar Jurnalistik MA Alif Laam Miim Surabaya di Graha Pena Jawa Pos memberikan pengalaman belajar langsung yang sangat berharga bagi para santri mengenai dunia kewartawanan dan industri media. Melalui penjelasan materi, diskusi interaktif, serta kegiatan keliling ruang redaksi, para siswa tidak hanya memahami proses pembuatan dan penyebaran berita dari cetak hingga digital, tetapi juga belajar pentingnya literasi media, serta kode etik penulisan yang baik dan benar.
Penulis:
Muhammad Daffa Pratama W. ( XI )



