SURABAYA – Lembaga Pendidikan Pesantren Alif Laam Miim Surabaya baik Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) Alif Laam Miim Surabaya kembali menggelar kegiatan rutinan pembinaan asatidz dan asatidzah bulanan. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (16/10/2026) mulai pukul 07.00 WIB ini bertempat di Ballroom Ar-Rahmah Lantai 2 Gedung D Pesantren Alif Laam Miim Surabaya.
Kegiatan bulanan ini dihadiri langsung oleh Pengasuh Pesantren, Ibu Nyai Dra. Hj. Ida Rohmah Susiani, M.M., Kepala Madrasah MTs dan MA Alif Laam Miim Surabaya, serta Ustadz Masykur Ismail, M.Sos., selaku wakil direktur LPI haromain. Hadir pula seluruh jajaran pendidik dan tenaga kependidikan di lingkungan Pesantren Alif Laam Miim Surabaya.
Acara diawali dengan pembacaan dzikir jama’i yang dipimpin oleh Ustadz Ainun Najib selaku Musyrif Pesantren Alif Laam Miim. Suasana khusyuk meliputi ruangan saat seluruh peserta bersama-sama melantunkan zikir dan doa sebagai penata niat serta pembersih jiwa sebelum memulai pengarahan.
Dalam sesi pembinaan, fokus utama pembahasan tertuju pada penanganan pelanggaran santri yang wajib berpedoman teguh pada Standard Operating Procedure (SOP), mulai dari tingkat pelanggaran ringan, sedang, hingga berat. Para tenaga pendidik diimbau untuk selalu mengedepankan komunikasi yang persuasif dan santun dalam merespons serta menyelesaikan setiap permasalahan para santri.
Selain itu, ditekankan pula pentingnya rasa sabar dan ikhlas dalam mendampingi tumbuh kembang santri sehari-hari. Salah satu contoh sederhana namun bermakna yang disampaikan adalah saat membangunkan santri untuk melaksanakan shalat berjamaah. Setiap usaha dan kesabaran para asatidz dalam membimbing santri beribadah mengandung nilai pahala yang sangat besar di sisi Allah SWT.
Pada kesempatan tersebut, Ibu Nyai Dra. Hj. Ida Rohmah Susiani, M.M. turut memberikan dawuh dan nasihat mendalam bagi seluruh tenaga pendidik. Beliau mengingatkan bahwa kehidupan tidak akan pernah lepas dari ujian dan dinamika.
"Hal utama yang perlu kita lakukan dalam menghadapi segala situasi adalah bersyukur, karena nikmat yang Allah SWT berikan jauh lebih banyak dibandingkan ujian yang kita rasakan. Ketika seseorang tertimpa ujian yang semakin berat dan ia mampu melewatinya dengan penuh kesabaran serta keikhlasan, maka sesungguhnya Allah sedang mengangkat derajatnya lebih tinggi," tutur Ibu Nyai.
Rangkaian acara pembinaan rutinan ini ditutup dengan ramah tamah dan sarapan bersama seluruh asatidz, asatidzah, dan pimpinan lembaga. Momen kebersamaan tersebut semakin mempererat tali silaturahmi, rasa kekeluargaan, serta semangat kolektif dalam mengemban amanah mendidik para santri di Pesantren Alif Laam Miim Surabaya.
Penulis : Umu Kulsum, S.Pd.



